Ini awal, tetapi akhir untukku
Nyaman dekatmu
Hangat bersentuhan denganmu
Terkoneksi sama bertukar pikiran
Berkomitmen pada satu
Ulang tahunmu kini menjadi saksi kita
Gelang tali merah pengkikat kita
20 juli 2015
17.05 - 19.45
Berkesan baik namun tidak baik
Terima kasih
Mengapa harus bulan Juli?
Senin, 20 Juli 2015
Rabu, 24 Juni 2015
29 yang ke 24
Ini lah harapanku
selanjutnya.
Terima kasih doa dan harapannya sahabatku #Titin Komala
Sari, #Sani Sari Fujiani, dan #Ida SIti Fatimah
Saya dan Prabu Lieur
Hidup manusia selalu penuh misteri
Suka dan duka akan selalu berganti
Siang dan malam akan silih berganti
Hidup dan mati rahasia Ilahhi
........
Sepenggal Pembukaan Drama Musikal Prabu Lieur
Meskipun hanya sebatas Paduan Suara/Pengisi suasana dalam pagelaran, tapi
pada Hari pementasan tugasnya menjadi banyak, mulai dari pengatur musik,
pengatur tiket, pengatur penonton, bahkan sampai humas dan logistik. Itu pengalaman
berharga yang didapat mulai latihan dari awal Januari sampai Mei 2015. Pengalamanku
iini tidak se WAW yang lainnnya yang mampu memberikan kontribusi yang sangat
banyak. Tapi saya bangga menjadi bagian mereka.
Mengutip kembali pengalamanku bersama Art Laboratory Bandung.
Kamis, 12 Maret 2015
Para Bajak Laut yang Bermain Peran
Di
Sekolah, tempatku mengajar, selalu diadakan satu kegiatan Open House untuk
menarik minat calon peserta didik baru. Nama dari kegiatan ini adalah Festifal Barudak
Insan Unggul (FBI), ini adalah tahun kedua Yayasan mengadakan ini. Kebetulan SD
tidak pernah menampilkan sesuatu.
Tetapitahun
ini (2014) kami menampilkan Drama Musikal yang berjudul Jangan Melupakan
Sejarah (Jas Merah)
Karya:
Dado Tisna,
Sutradara:Ristu
Rustandi,
Musik:
Aming & Dadung,
Pemeran:
Siswa Kelas 2 SD Insan unggul
Para Bajak Laut, Itulah Muridku
Penantian
panjang menunggu, setelah kelulusan masa kuliah itu berasa membosankan dan
tidak ada kegiatan yang biasanya SUPER SIBUK layaknya masa kuliah lalu. Di saat
bersama para Mahasiswa Kura-Kura Puma (Kuliah Rapat Kuliah Rapat Pulang Malam)
hehe
Setiap
detiknya dijalani tetap berdiam diri di rumah, dilanjutkan sesekali melempar
Ijazah hasil Kuliah lalu ke Sekolah Sekolah ternama. Alhasil, sekolah tersebut
tidak menerima calon pendidik dari luar,apalagi yang baru saja lulus. Atasannya
beranggapan, “di sini sudah penuh”, “anak kami saja banyak yang magang”. Aku pikir, sekolah seperti itu hanya
memanfaatkan kelauarganya saja, hanya keluarganya saja yang berhak mengajar di
sana. Hanya keluarganya saja yang berhak mendapatkan kesuksesannya di san,
dengan kata lainini layaknya “Sistem
Kerajaan”. Di mana Posisisnya
hanya diberikan kepada anak-anak dan sodara-sodaranya saja. Sekolah macam apa
itu?
Sabtu, 04 Oktober 2014
Saya dan MALADATE
Aku
hanya anak biasa yang mulai beranjak remaja
Mulai belajar
di sekolah baruku,
sekolah
menengah atas,
aku
tertarik padanya,
aku
ingin bersamanya,
tapi
apakah aku layak?
Apakah
aku layak bersama mereka,
aku
belajar bersama saudara saudara baruku,
semua aku
lakukan mulai dari titik nol , titk nol titik awal ,
titik
yang tak aku mengerti titik yang aku sendiripun bingung harus memulai dari
mana?
dari awal aku tak bisa apa" kini aku bisa,
aku
anak yang tak sempurna untuk bicarapun aku sulit selalu diremehkan,
Minggu, 31 Agustus 2014
Kesuksesan Itu Membuat Aku Iri
Semua sahabatku saat di
kampus dulu, kini semuanya telah sukses
Sukses dengan
pernikahannya
sukses dengan menjadi
wakil kepala sekolah
sukses dengan menjadi
CPNS setelah lulus
sukses dengan SM 3Tnya
sukses dengan pekerjaan
berpendapatan lebih dari cukup
nah, loh..
coba saya sukses dalam
hal apa?
Langganan:
Postingan (Atom)


